Minggu, 12 Juni 2011

BEGGARS CHICKEN FROM CHINA

BEGGAR’S CHICKEN
The food of china
Hal : 104
1 ayam segar, sekitar 1,5 kg yang telah dibersihkan
2 daun teratai kering

Isi :
150 g daging sapi, di iris halus
100 g sayuran kering, iris halus
5 jamur hitam kering, direndam dan  iris-iris
8 cm jahe, iris halus
1-2 batang daun bawang, iris halus
2 sdt kaldu ayam bubuk
2 sdt gula
2 sdt light soya sauce
3 sdm arak beras
Sejumput jahe bubuk
Adonan pemungkus :
1 kg tepung terigu
1 sdt ragi kering
1 sdm gula
1 sdm garam
2 telur,
2 cangkir air hangat

Pertama membuat adonan pembungkus
Ayak tepung ke dalam sebuah mangkuk, tambahkan semua bahan dan aduk rata. Untuk membuat adonan lembut, tambahkan sedikit demi sedikit air atau tepung jika diperlukan untuk mencapai kekentalan yang baik. Tuup dan biarkan mengembang ketika mempersiapkan ayam.
Gabungkan semua bahan isi untuk isian, aduk rata. Isi ayam dan tutup pada bagian akhirnya dengan sebuah tusuk gigi yang kuat. Bungkus dengan daun teratai hingga semua bagian ayam tertutup. Letakkan di atas piring dan kukus dengan panas yang tinggi selama 30 menit.
Remas adonan dan giling ke dalam sebuah segi empat yang cukup besar untuk membungkus ayam. Letakkan ayam yang sudah di kukus di dalam adonan dan tutup, jepit dengan baik untuk mempekuat. Bakar di dalam sebuah oven panas samapai adonan bewarna emas kecoklatan (sekitar 15 menit)  buka, potong di meja dan sajikan ayam dengan isian. Adonan juga dapat dimakan.
Teknik pengolahan : dikukus dan dipanggang
Hal hal yang harus di perhatikan :
1.      Kebersihan alat dan bahan yang digunakan.
2.      Tingkat kematangan daging ayam yang dikukus.
3.      Tingkat kematangan adonan yang di panggang.
4.      Warna ayam yang harus emas kecoklatan, tidak gosong.
Hasil yang diharapkan
Resep : beggar’s chicken
Rasa : gurih
Warna : emas kecoklatan
Tekstur : padat dan daging lembut
Konsistensi : 1:1

Persiapan alat
Alat persiapan :
1.      1 Pisau
2.      1  talenan
3.      2 Mangkuk
4.      1 sendok
5.      1 Piring
Alat pengolahan :
1.      1 Dandang
2.      1 Kukusan
3.      1 Oven
4.      1 Kompor

Alat penyajian ;
1.      1 Dinner plate







Daftar belanja ;
No.
Nama bahan dan bumbu
Jumlah bahan
Harga satuan
1.       
Ayam
Daun teratai
Daging sapi
Sayuran kering
Jamur hitam kering
Jahe
daun bawang
kaldu ayam bubuk
gula
light soy sauce
arak beras
bubuk jahe
tepung terigu
ragi kering
garam
telur
1,5 kg
2 lembar
150 gr
100 gr
5 buah
8 cm
2 batang
2 sdt
4 sdt
2 sdt
3 sdm
1 gr
1 kg
4 sdt
1 sdm
2 butir
Rp. 30.000
Rp. 2000
Rp. 10.000
Rp. 5000
Rp. 25.000
Rp. 2000
Rp. 200
Rp. 1000
Rp. 400
Rp. 500
Rp. 1000
Rp. 50
Rp. 10.000
Rp. 2000
Rp. 50
Rp. 2000


Total: Rp. 91.200







No.
Kegiatan
Waktu





1.                  
2.                  
3.                  
4.                  
Persiapan pribadi :
·         Merapikan, membersihkan, dan mencuci alat dan bahan yang akan digunakan untuk memasak.
·         Melakukan persiapan terhadap bahan-bahan. (memotong, menggiris, mengocok)

Memproses (mengolah) bahan makanan:
Hidangan : beggar’s chicken
·         Membuat adonan
·         Mempersiapkan isi
·         Proses pengukusan
·         Proses pembakaran

Proses penyajian bahan makanan
Berkemas 1 (mencuci alat, dan merapikan meja kerja)
Penilaian dan Evaluasi
Berkemas 2 (membersihkan dapur)


5 menit


15 menit




10 menit
5 menit
30 menit
15 menit

5 menit
5 menit
15 menit
5 menit

Jumlah
100 menit

Senin, 06 Juni 2011

Food from ARAB

Schotel daging dengan Kentang
Bahan:
·         1 kg Daging sapi giling
·         2 siung bawang bombai, iris halus
·         garam dan merica bubuk secukupnya
·         2 sdm peterseli cincang
·         mentega secukupnya
·         3 buah kentang, rebus, masing-masing iris menjadi 3 bagian
·         3 buah tomat, pilih yang matang, iris bulat
·         3 sdm tomat pasta

Cara Membuat:
1.      Campurkan daging, bawang, garam, merica bubuk, dan peterseli, aduk hingga rata.
2.      Sediakan pinggan tahan panas/pireks, olesi mentega, tuang campuran daging ke dalamnya. Letakkan irisan kentang dan tomat di atasnya.
3.      Campur tomat pasta dengan 200cc air, tuang diatas campuran daging dan kentang, lalu olesi lagi dengan mentega.
4.      Panggang dalam oven dengan api sedang hingga berwarna kecoklatan. Angkat, hidangkan.





CAP GOMEH

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Negara
1.1  Sejarah
Cina adalah salah satu sejarah kebudayaan tertua di dunia. Dari penemuan arkeologi dan antropologi, daerah Cina telah didiami oleh manusia purba sejak 1,7 juta tahun yang lalu. Peradaban Cina berawal dari berbagai negara kota di sepanjang lembah Sungai Kuning pada zaman Neolitikum. Sejarah tertulis Cina dimulai sejak Dinasti Shang (l.k. 1750 SM - 1045 SM). Cangkang kura-kura dengan tulisan Cina kuno yang berasal dari Dinasti Shang memiliki penanggalan radiokarbon hingga 1500 SM. Budaya, sastra, dan filsafat Cina berkembang pada zaman Dinasti Zhou (1045 SM hingga 256 SM) yang melanjutkan Dinasti Shang. Dinasti ini merupakan dinasti yang paling lama berkuasa dan pada zaman dinasti inilah tulisan Cina modern mulai berkembang.
Kebudayaan Cina sebagai salah satu peradaban tertua di dunia yang berbeda dari peradaban tua lainnya adalah karena sejarah kebudayaan Cina tidak pernah terputus selama hampir 5000 tahun. Pergantian pemerintahan dari dinasti demi dinasti tidaklah menyebabkan kebudayaan Cina mengalami kehancuran dan pergeseran yang teramat besar.
Dinasti Zhou terpecah menjadi beberapa negara kota, yang menciptakan Periode Negara Perang. Pada tahun 221 SM, Qin Shi Huang menyatukan berbagai kerajaan ini dan mendirikan kekaisaran pertama Cina. Pergantian dinasti dalam sejarah Cina telah mengembangkan suatu sistem birokrasi yang memungkinkan Kaisar Cina memiliki kendali langsung terhadap wilayah yang luas.
Pandangan konvensional terhadap sejarah Cina adalah bahwa Cina merupakan suatu negara yang mengalami pergantian antara periode persatuan dan perpecahan politis yang kadang-kadang dikuasai oleh orang-orang asing, yang sebagian besar terasimiliasi ke dalam populasi Suku Han. Pengaruh budaya dan politik dari berbagai wilayah di Asia, yang dibawa oleh gelombang imigrasi, ekspansi, dan asimilasi yang bergantian, menyatu untuk membentuk budaya Cina modern.
1.2  Penduduk
China adalah negara besar yang mempunyai jumlah penduduk terbesar di dunia, jumlah penduduk China per 2004 adalah sekitar 1.298.847.624 jiwa dengan tingkat kepadatan 140/km persegi. dan diperkirakan pada tahun 2010 ini, jumlah penduduk china sudah bertambah 40 juta jiwa (berdasarkan perkiraan presentasi kenaikan penduduk pada sensus tahun 2000 dengan didasar pada presentasi kenaikan selama 4 tahun).
Dengan jumlah penduduk yang sedemikian besar, tak heran jika China disebut sebagai gudangnya sumber daya manusia.
Jumlah penduduk sebanyak itu tersebar di seluruh pelosok China dan dunia. Dan untuk di China sendiri, jumlah penduduk China terkonsentrasi di kota-kota besar yang identik dengan kota industri. Tak heran jika di China banyak sekali kota-kota padat penduduk.
1.3  Letak Geografis
Letak geografis china
Ø  Sebelah utara : Mongolia, Rusia, dan Kazakhtan
Ø  Sebelah barat : Pakistan, Kirgnistan, dan Tadzikistan
Ø   Barat daya : India, Bhutan, dan Nepal
Ø  Selatan : Asia Tenggara
Ø  Timur : Korea dan Jepang
Wilayah : 9.596.961 km²
Iklim China tertahluk kepada kawasannya. Kawasan utara (termasuk bandar Beijing) mempunyai iklim musim sejuk Artik. Kawasan tengah (termasuk Shanghai) mempunyai iklim yang lebih sederhana. Zona selatan (termasuk bandar Guangzhou) mempunyai iklim lebih panas subtropika.
1.3   Pendidikan
Di negeri Cina pendidikan mendapat tempat yang penting sekali dalam penghidupan. Dengan mendapatkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, membuat sistem pendidikan di Cina meningkat. Sikap orang Cina yang mementingkan pendidikan di dalam kehidupannya tela melahirkan sebuah filofis orang Cina mengenai pendidikan dan pendidikan ini telah lama menjaga kekuasaan Cina berapa lama, sampai pada masuknya bangsa asing ke Cina yang akan merubah wajah sistem pendidikan kuno di China.
1.4   Agama
            Agama yang dianut oleh penduduk China ada 5 yaitu Campuran kongfucuisme, Taoisme, Budha, Islam, Kristen
1.5   Bahasa
Bahasa resmi yang digunakan di China adalah bahasa mandarin tetapi selain bahasa mandarin ada beberapa bahasa lain yang digunakan oleh penduduk China yaitu shanghai, hakka dan Kanton.
1.6   Ciri Khas
Ciri khas dari Negara China adalah tembok China yang menjadi suatu tempat bersejerah yang patut dikunjungi bila pergi ke China. China merupakan negara yang besar dan mempuyai iklim dan jenis makanan yang beraneka ragam, setiap daerah mempunyai makanan yang khas dan teknik pengolahan yang beragam pula. Masakan China banyak mempergunakan bahan  sayuran yang segar , bumbu secukupnya dan teknik memasak yang sangat mengesankan. Semua itu adalah ciri khas dari makanan China.



B. Tujuan Kesempatan Khusus “Cap Gomeh”
Setiap tradisi budaya selalu memiliki asal- usul. Salah satu versi asal muasal Cap Go Meh terjadi pada zaman dinasti Zhou (770 - 256 SM). Setiap tanggal 15 malam bulan pertama setelah Imlek, para petani memasang lampion-lampion yang dinamakan Chau Tian Can di sekeliling ladang untuk mengusir hama dan menakuti binatang-binatang perusak tanaman.
Ketika itu tujuan memasang lampion-lampion tersebut adalah untuk mengusir hama. Namun di masa kini justru menjadi suatu tradisi yang menampilkan pemandangan yang indah di malam hari tanggal 15 bulan pertama. Ketika itu untuk menakuti atau mengusir binatang-binatang perusak tanaman, selain memasang lampion, mereka menambah segala bunyi-bunyian serta bermain barongsai, agar lebih ramai dan bermanfaat bagi petani. Kepercayaan dan tradisi budaya ini terus berlanjut secara turun menurun, baik di daratan Tiongkok maupun di perantauan di seluruh dunia.
Di negara barat Cap Go Meh dikenal sebagai pesta karnavalnya etnis Tionghoa, karena adanya pawai arak-arakan yang pada umumnya dimulai dari Kelenteng.




BAB II
KESEMPATAN KHUSUS NEGARA CHINA DENGAN TEMA
CAP GOMEH
Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Imlek bagi komunitas kaum migran Tionghoa yang tinggal di luar Cina. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam).Saat itu juga merupakan bulan penuh pertama dalam Tahun Baru tersebut.
Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Di Taiwan ia dirayakan sebagai Festival Lampion. Di Asia Tenggara ia dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut - suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia.
Di barat Capgomeh dinilai sebagai pesta karnevalnya etnis Tionghoa, karena adanya pawai yang pada umumnya dimulai dari Kelenteng. Kelenteng adalah penyebutan secara keseluruhan untuk tempat ibadah “Tri Dharma” (Buddhism , Taoism dan Confuciusm). Nama Kelenteng sekarang ini sudah dirubah menjadi Vihara yang sebenarnya merupakan sebutan bagi rumah ibadah agama Buddha. Hal ini terjadi sejak pemerintah tidak mengakui keberadaannya agama Kong Hu Chu sebagai agama.
Hari raya Cap Go Meh juga disebut Yuanxi, Yuanye atau Shang Yuanjie dalam bahasa Tionghoa. Pada malam itu, rakyat Tiongkok mempunyai kebiasaan memasang lampion berwarna-warni, maka festival ini juga disebut sebagai “hari raya lampion”.
Menyaksikan lampion dan makan onde-onde adalah dua bagian penting pada hari raya Cap Go Meh. Dan dari mana asal usul tradisi pemasangan lampion pada Festival Cap Go Meh? Konon pada tahun 180 Sebelum Masehi, Kaisar Hanwudi yang berkuasa pada masa Dinasti Han Barat naik takhta pada tanggal 15 bulan pertama Imlek. Untuk merayakan penobatannya, Kaisar Han Wudi mengambil keputusan untuk menjadikan tanggal 15 bulan pertama sebagai hari raya lampion. Pada malam tanggal 15 bulan pertama setiap tahun, ia berkebiasaan bertamasya ke luar istana dan merayakan festival itu bersama rakyat. Pada tahun 104 Sebelum Masehi, Festival Cap Go Meh secara resmi dicantumkan sebagai hari raya nasional. Berkat keputusan itu, skala Festival Cap Go Meh meningkat lebih lanjut. Menurut peraturan, setiap tempat publik dan setiap keluarga diharuskan memasang lampion berwarna-warni, khususnya di jalan utama dan pusat kebudayaan akan diadakan pameran lampion besar-besaran yang meriah. Rakyat, baik yang berusia tua maupun yang berusia muda, pria maupun wanita semuanya akan berdatangan ke pekan lampion untuk menyaksikan lampion dan tari lampion naga, di samping menebak teka-teki.
Lampion berwarna yang dipasang pada Festival Cap Go Meh kebanyakan dibuat dari kertas berwarna terang. Lampion bernama “zoumadeng” atau lampion kuda berlari adalah salah satu macam lampion yan paling menarik. Konon lampion itu sudah bersejarah seribu tahun lamanya.
Makan onde-onde pada hari raya Cap Go Meh juga merupakan salah satu kebiasaan lama. Kebiasaan makan onde-onde dimulai dari masa Dinasti Song (tahun 960-tahun 1279 Masehi). Onde-onde dibuat dengan tepung beras ketan dan selai buah. Setelah dimasak, rasanya lezat sekali. Pada kemudian hari, rakyat di bagian utara menyebut makanan itu sebagai “yuanxiao” dan rakyat di selatan menyebutnya sebagai “tangyuan”, dan pembuatannya pun berlainan dari utara ke selatan. Kini onde-onde bermacam-macam, dan lain tempat lain cara pembuatan dan rasanya.
Pada Festival Cap Go Meh, rakyat selain menikmati lampion dan makan onde-onde, juga mengadakan kegiatan hiburan lainnya, seperti jangkungan, tari yangge (semacam tari khas di bagian utara Tiongkok) dan pertunjukan tari singa. Ca gomeh juga dikenal sebagai acara pawai menggotong joli Toapekong untuk diarak keluar dari Kelenteng. Toapekong (Hakka = Taipakkung, Mandarin = Dabogong) berarti secara harfiah eyang buyut untuk makna kiasan bagi dewa yang pada umumnya merupakan seorang kakek yang udah tua. “Da Bo Gong” ini sebenarnya adalah sebutan untuk para leluhur yang merantau atau para pioner dalam mengembangkan komunitas Tionghoa. Jadi istilah Da Bo Gong itu sendiri tidak dikenal di Tiongkok.

BAB III
PEMBAHASAN
A. Menu
            Di setiap perayaan cap gomeh selalu disediakan makanan. Di setiap makanan tersebut memiliki arti tersendiri. Berikut menu makanan yang disajikan pada saat Cap Gomeh :
  • Lontong Cap Go Meh
Biasanya Lontong Cap Go Meh dihidangkan tepat pada perayaan Cap Go Meh yang jatuh dua minggu setelah Imlek. Tetapi saat ini hidangan ini sudah dikeluarkan sebelum Imlek berlangsung. Sehingga tanpa perlu menunggu perayaan Cap Go Meh, kita sudah bisa menikmati sajian ini.




*      Kue Nian Gao
Dalam tradisi Cina, ada satu kue istimewa yang harus ada selama perayaan Tahun Baru Cina. Kue ini bernama Nian Gao atau lebih sering disebut kue kranjang (tiikwee) adalah kue wajib imlek. Kue ini mendapat nama dari cetakannya yang terbuat dari keranjang. Nian sendiri berati tahun dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti kata tinggi, oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat dan merupakan simbol dari keberuntungan. Kue keranjang merupakan kue yang bertekstur seperti dodol (jenang), kenyal dan sedikit lengket. Tekstur kenyal dan lengket kue ini tak lain karena terbuat dari tepung ketan dan gula






*      Mie Panjang Umur
Siu Mie atau mie panjang umur merupakan penganan khas yang hadir untuk menyemarakkan perayaan tahun baru Cina atau Imlek. Bagi masyarakat keturunan Tionghoa, menyantap Siu Mie adalah wajib sebagai simbol umur panjang. Siu Mie merupakan simbolisasi kelanggengan umur manusia.
*      Onde-onde
Makan onde-onde pada hari raya Cap Go Meh juga merupakan salah satu kebiasaan lama. Kebiasaan makan onde-onde dimulai dari masa Dinasti Song (tahun 960-tahun 1279 Masehi). Onde-onde dibuat dengan tepung beras ketan dan selai buah.

B. Alat Makan
  1. Sumpit
Sumpit adalah alat makan yang berasal dari Asia Timur, berbentuk dua batang kayu sama panjang yang dipegang di antara jari-jari salah satu tangan. Sumpit digunakan untuk menjepit dan memindahkan makanan dari wadah, dari piring satu ke piring lain atau memasukkan makanan ke dalam mulut. Sumpit bisa dibuat dari bahan seperti bambu, logam, gading dan plastik yang permukaannya sudah dihaluskan atau dilapis dengan bahan pelapis seperti pernis atau cat supaya tidak melukai mulut dan terlihat bagus.
  1. Sendok bebek
Sendok bebek adalah sebutan untuk sendok dari keramik berbentuk seperti paruh bebek dan biasanya digunakan untuk memakan sup atau bubur.
Sendok bebek berasal Tiongkok dan banyak digunakan di negara-negara Asia Timur yang mempunyai kebiasaan makan sup yang sangat panas. Bahan keramik pada sendok bebek dapat menyerap panas dari kuah sup sehingga mulut orang yang memakan sup panas tidak menjadi melepuh karena kepanasan. Sendok bebek bia vvsanya digunakan untuk menikmati masakan Tionghoa dan masakan Korea.
  1. Mangkuk
Mangkuk atau Mangkok adalah alat makan yang berbentuk cekung, di mana makanan diletakkan, terbuat dari porselen, batu, plastik, logam, atau gelas. Bentuknya yang lebih cekung dari pada piring menyebabkan mangkuk lebih cocok untuk meletakkan makanan yang berkuah banyak(tidak mudah tumpah). Kadang-kadang kayu juga digunakan. Ada juga mangkuk yang berfungsi sebagai penghias ruangan, biasanya berupa mangkuk yang banyak hiasannya atau berbahan logam mulia atau batu mulia. Mangkuk juga ada bermacam-macam ukuran. Untuk mangkuk sekali pakai biasanya digunakan bahan dari kertas atau styrofoam.


C. Linen
Linen yang digunakan saat perayaan Cap Gomeh biasanya berwarna merah terang seperti yang ada pada gambar diatas.
D. Assesoris
            Assesoris yang biasa digunakan dalam perayaan Cap Gomeh sebagai berikut :
  1. Lampion
            Lampion merupakan assesoris penting dalam perayaan Cap Gomeh karena lampion-lampion tersebut akan dipasang saat Imlek dan Cap Gomeh. Pada zaman dahulu tujuan memasang lampion-lampion tersebut adalah untuk mengusir hama. Namun di masa kini justru menjadi suatu tradisi yang menampilkan pemandangan yang indah di malam hari tanggal 15 bulan pertama.

E. Set up Meja
            Set up meja yang digunakan saat perayaan Cap Gomeh, ini hanya iluustrasi dari meja yang akan kami buat, kami membuat konsep mengelilingi meja dalam menghidangkan makanan. Gambar layout kami ada di halaman berikut nya.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Cap Go Meh terjadi pada zaman dinasti Zhou (770 - 256 SM). Setiap tanggal 15 malam bulan pertama setelah Imlek, para petani memasang lampion-lampion yang dinamakan Chau Tian Can di sekeliling ladang untuk mengusir hama dan menakuti binatang-binatang perusak tanaman. Namun di masa kini justru menjadi suatu tradisi yang menampilkan pemandangan yang indah di malam hari tanggal 15 bulan pertama. Makan onde-onde pada hari raya Cap Go Meh juga merupakan salah satu kebiasaan lama. Kebiasaan makan onde-onde dimulai dari masa Dinasti Song (tahun 960-tahun 1279 Masehi).
Menu makanan yang disajikan pada perayaan cap gomeh antara lain lontong cap gomeh, kue keranjang, onde-onde, dan Mie Panjang Umur. Alat makan yang digunakan adalah sumpit, mangkok dan sendok bebek. Lampion merupakan assesoris penting dalam perayaan Cap Gomeh yang digantung dengan warna yang cerah.    






DAFTAR PUSTAKA

Cohn Don J. (1955). The Food Of China (Authentic Recipes From The Middle Kingdom). Periplus Edition
Halimah Kadar. (1998). Masakan Oriental). Kakarta : Pt Gramedia

LAMPIRAN


1. Lontong Cap Gomeh

Bahan-bahan:
Lontong:
600 gr beras cuci bersih.
3 lembar daun pandan
beberapa lembar daun pisang untuk membungkus lontong
Opor :
1000 ml santan sedang
1 ekor ayam, dipotong 12
1 potong lengkuas di geprek
2 lembar daun salam
1 ruas kunyit kira kira 2 cm, di belah
3 buah belimbing wuluh/belimbing sayur, di belah 2
1 sdm garam
1 sdt gula, pengganti vetsin
bumbu halus:
3 siung bawang putih
2 butir bawang merah
1 sdt ketumbar
3 butir kemiri

Bumbu Abing
Bahan :
1/2 butir kelapa setengah tua di sangrai kering bersama 2 lembar daun jeruk, tumbuk sampai keluar minyaknya, sisihkan.
5 butir telur rebus
5 potong tahu goreng, potong jadi 2
2 sdm gula jawa di serut
1 sdt garam
200 cc santan kental
1/2 sdt asam jawa, dicairkan dengan sedikit air
3 lembar daun jeruk

Lodeh Terong
Bahan :
4 buah terong ungu potong 2X2 cm
400 cc santan encer
1 potong lengkuas
2 lembar daun salam
2 cabai merah di iris serong tipis
2 cabai hijau di iris serong tipis
1 sdt garam
bumbu halus
2 butir bawang merah
2 siung bawang putih



Sambal Ati Ampela
Bahan :
10 pasang ampela ati, di rebus, sampai ampela empuk
5 buah cabai merah besar, iris serong halus
1 potong lengkuas di geprek
2 lembar daun salam
500 ml santan sedang
3 siung bawang putih iris halus
3 butir bawang merah iris halus
1 sdm ebi, di hancurkan
1 sdt garam
1/2 sdt gula pengganti vetsin

kelapa kukus
Bahan :
1/2 butir kelapa setengah tua
1/4 sdt garam
4 lembar daun jeruk di iris halus


Bubuk Kedelai
Bahan :
250 gr kedele putih
2 potong kencur ukuran 2 cm
2 lembar daun jeruk
2 sdm gula pasir
1/2 sdt garam



2. Onde-Onde
Bahan kulit :
300 gr tepung ketan
110 gula pasir
200 cc air
Wijen secukupnya
Minyak goring

Bahan isi :
500 gr kacang hijau kupas
200 gr gula pasir
50 cc minyak goreng
½ sdt garam
½ sdt vanili